Tuesday, February 4, 2014

Mu'tazilah Modern

Mu’tazilah
            Kaum Mu’tazilah adalah suatu kaum yang membuat heboh dunia islam selama 300 tahun pada abad-abad permulaan islam. Kaum Mu’tazilah pernah dalam sejarahnya membunuh ulama Islam, diantaranya ulama Islam yang terkenal Syeikh Buwaithi, imam pengganti Imam Syafi’i, dalam suatu peristiwa yang dinamai “Peristiwa Qur’an mahkluk”
            Paham Mu’tzailah sampai sekarang (tahun 1378 H atau tahun 1967 M) masih menyusup ke dalam masyarakat ummat islam di barat dan di timur bahkan sampai ke Indonesia. oleh karena itu, sudah selayaknya kalau paham Mu’tazilah ini mendapat sorotan yang sedalam-dalamnya dan analisa yang sebaik-baiknya, supaya umat Islam yang baik tidak terperosok ke dalam i’itiqadnya yang sesat lagi menyesatkan.
Historis kaum Mu’tazilah
            Perkataan “Mu’tazilah” berasal dari kata “Pitizal”, artinya menyisihkan diri. Kaum Mu’tazilah berarti kaum yang menyisihkan diri.
            Ada seorang guru besar di Bagdad, namanya Syeikh Hasan Bashri (meninggal tahun 110 H). Di antara musirdnya ada seorang yang bernama Washil Bin Atha (meninggal 131 H). Pada suatu hari Imam Hasan Bashri menerangkan bahwa orang islam yang telah iman pada Allah dan Rasulnya, tetapi ia kebetulan mengerjakan dosa besar, maka orag itu tetap muslim, tetapi menjadi muslim yang durhaka. Di akhirat nanti, kalau ia wafat sebelum dosanya, neraka buat sementara untuk menerima hukuman atas dosanya, sesudah menjalankan hukuman ia akan di masukkan ke dalam surga. Sebagai Mu’min dan Muslim.
            Wasil Bin Atha tidak sesuai dengan pendapat gurunya itu, lantas ia membentak, lalu keluar dari majelis gurunya dan mendirikan majelis sendiri di suatu pojok di Basrah. Dalam mengasingkan diri ini ia diikuti oleh seorang kawannya Umar Bin Ubeid (meninggal 145 H).  (I’itiqad Ahlussunnah Wal Jama’ah ‘Kh Sirajuddin Abbas’ hal 191)

Ciri-ciri Mu’tazilah dari kaum Mu’tazilah adalah suka berdebat. Terutama di hadapan umum. Barang siapa, yang berlainan dengan pendapatnya lantas di adu dengan perdebatan. Diajaknya bertanding dihadapan umum. Hampir 200 ratus tahun dunia islam digoncangkan oleh perdebatan dari kaum Mu’tazilah dengan tujuan untuk mengalahkan Ahlussunnah Wal Jama’ah. Melihat keadaan kaum Mutazilah yang suka berdebat, maka Imam Abu Hasan al Asyari, Imam Ahlussunnah terpaksa meladeni kaum Mu’tazilah dengan lisan dan tulisan. Ciri-ciri umum dari kaum Mu’tazilah adalah baik dan buruk ditentukan oleh akal, yaitu bahwa baik dan buruk ditentukan oleh akal. Mana yang baik kata akal baiklah dia, mana yang buruk kata akal, buruklah ia.





No comments:

Post a Comment