Kebahagiaan
dalam hidup adalah kenyaman, keihklasan menjalani kehidupan. Kebahagiaan juga
tidak akan pernah kau rasakan jika kau belum merasakan duka. Kesuksesan
menjadikan sebuah kata yang diartikan banyak orang menjadi kebahagiaan.
Kesuksesan juga tidak akan pernah kau rasakan sebelum kau merasakan arti dari
pahitnya hidup, kenyangnya sebuah cacian, dan seolah kau tidak pernah merasa dahaga
dari sebuah perjuangan. Ku coba mencari arti dari sebuah kesuksesan dengan
mengejar cita-cita, tujuan yang menjadi acuan hidup. ku coba juga mencari arti
kata ‘’Kesuksesan’’ di berbagai buku, kamus, dan perjalanan autobiografi tokoh. Setelah ku cari,
bukan arti kesuksesan yang ditemui, melainkan arti dari kebahagiaan menjalani
hidup sepanjang nafas. Kebahagiaan setelah berjuang keras menuju cita-cita
luhur, kemaslahatan, dan kemakmuran bagi setiap kalangan dan tujuan yang mulia
serta hanya untuk kebaikan. Akhirnya ku merenung sejenak, dan berpikir, dari
pada ku baca buku-buku motivasi, lebih baik membaca buku autobiografi seseorang. Jika kau ingin menemukan arti dari
kesuksesan sesungguhnya, lebih baik kau membaca majalah atau lihat tabloid
bokep sekalipun dari pada membaca buku-buku motivasi. Mengapa ku berasumsi
demikian, lebih baik kau baca dan teladani atubiografi
seseorang tokoh besar. Jika kau ingin menemukan kesuksesan sebenarnya. Coba
saja jika tidak percaya, kau baca biografi tokoh, siapa saja. Lalu kau pahami
prinsip dalam autobiografi tersebut. Itu adalah motivasi terselubung. Terendap
oleh ribuan tipuan pasar dengan menjual motivasi.
Sebagian
orang mengartikan kesuksesan itu adalah kaya harta, kecukupan, tidak punya
beban untuk bertahan hidup. menurutku itu semua salah, bahkan bukan itu
maksudnya. Banyak orang mengejar arti dari kesuksesan dengan jalan mencari
kekayaan sebanyak mungkin. Ah! Ku benci motivator penjual motivasi menuju
kesuksesan itu, ku juga benci terhadap buku-buku penjual motivasi yang isinya
hanya untuk merubah mind set atau
pola berpikir menjadi brutal. Ku acungkan jari tengah, dan kukatakan “Persetan
Denganmu!!!” jika ada seseorang sok menjadi motivator. Mereka itu semua sama,
perbedaan itu adalah karena mereka lebih sering berbicara pada banyak orang
untuk memotivasi. Sebetulnya jika mereka memotivasi belum tentu mereka
menjalani kepahitan, duka, dan putus asa yang kita alami. Mereka hanya melihat,
mendengar, setelah itu berbicara atas keluhan dan coba mendoktrin mindset kita.
Mencari keuntungan dengan menjual motivasi dan keputus asaan seseorang. Mereka
akan kehilangan uang jika tidak ada orang yang berputus asa, dan membutuhkan
motivasi.
Cobalah
kau menganalisis isi dari perkataan motivator, isinya hanya sukses, sukses, dan
sukses. tanpa dilandasi untuk kemaslahatan umum. Jangan pernah mengejar kata
sukses, ingat itu!. Untuk mencari motivasi cukuplah kau mendekat kepada Allah,
berdoa, dan bahwa Allah tidak memberi kesulitan diluar batas kemampuan manusia.
Jangan pernah berputus asa, jika kau merasa kesulitan cukuplah kau beritikaf di
masjid, lalu berdoa. Itu saja cukup kurasa. Tetapi jika kau merasakan kesusahan
atas materi, lihatlah ke bawah, atau orang lain yang lebih kekurangan dan
kesusahan darimu. Bersyukur, kurasa itu cukup. Tak perlu berambisi menghalalkan
segala cara untuk sampai disana-yang kau tuju. Akhirnya kau akan tergesa-gesa,
dan kehilangan kontrol jika tak sampai. Berdoa, bersabar, dan bersyukur. Allah
selalu mendengar hambanya. Allah tidak memberikan kesulitan di luar kemampuan
kita, dan Allah juga selalu memberikan kenikmatan yang tak terhitung.
No comments:
Post a Comment