Sunday, February 2, 2014

Udang Di Balik Kardus



Kebahagiaan dalam hidup adalah kenyaman, keihklasan menjalani kehidupan. Kebahagiaan juga tidak akan pernah kau rasakan jika kau belum merasakan duka. Kesuksesan menjadikan sebuah kata yang diartikan banyak orang menjadi kebahagiaan. Kesuksesan juga tidak akan pernah kau rasakan sebelum kau merasakan arti dari pahitnya hidup, kenyangnya sebuah cacian, dan seolah kau tidak pernah merasa dahaga dari sebuah perjuangan. Ku coba mencari arti dari sebuah kesuksesan dengan mengejar cita-cita, tujuan yang menjadi acuan hidup. ku coba juga mencari arti kata ‘’Kesuksesan’’ di berbagai buku, kamus, dan perjalanan autobiografi tokoh. Setelah ku cari, bukan arti kesuksesan yang ditemui, melainkan arti dari kebahagiaan menjalani hidup sepanjang nafas. Kebahagiaan setelah berjuang keras menuju cita-cita luhur, kemaslahatan, dan kemakmuran bagi setiap kalangan dan tujuan yang mulia serta hanya untuk kebaikan. Akhirnya ku merenung sejenak, dan berpikir, dari pada ku baca buku-buku motivasi, lebih baik membaca buku autobiografi seseorang. Jika kau ingin menemukan arti dari kesuksesan sesungguhnya, lebih baik kau membaca majalah atau lihat tabloid bokep sekalipun dari pada membaca buku-buku motivasi. Mengapa ku berasumsi demikian, lebih baik kau baca dan teladani atubiografi seseorang tokoh besar. Jika kau ingin menemukan kesuksesan sebenarnya. Coba saja jika tidak percaya, kau baca biografi tokoh, siapa saja. Lalu kau pahami prinsip dalam autobiografi tersebut. Itu adalah motivasi terselubung. Terendap oleh ribuan tipuan pasar dengan menjual motivasi.
Sebagian orang mengartikan kesuksesan itu adalah kaya harta, kecukupan, tidak punya beban untuk bertahan hidup. menurutku itu semua salah, bahkan bukan itu maksudnya. Banyak orang mengejar arti dari kesuksesan dengan jalan mencari kekayaan sebanyak mungkin. Ah! Ku benci motivator penjual motivasi menuju kesuksesan itu, ku juga benci terhadap buku-buku penjual motivasi yang isinya hanya untuk merubah mind set atau pola berpikir menjadi brutal. Ku acungkan jari tengah, dan kukatakan “Persetan Denganmu!!!” jika ada seseorang sok menjadi motivator. Mereka itu semua sama, perbedaan itu adalah karena mereka lebih sering berbicara pada banyak orang untuk memotivasi. Sebetulnya jika mereka memotivasi belum tentu mereka menjalani kepahitan, duka, dan putus asa yang kita alami. Mereka hanya melihat, mendengar, setelah itu berbicara atas keluhan dan coba mendoktrin mindset kita. Mencari keuntungan dengan menjual motivasi dan keputus asaan seseorang. Mereka akan kehilangan uang jika tidak ada orang yang berputus asa, dan membutuhkan motivasi.
Cobalah kau menganalisis isi dari perkataan motivator, isinya hanya sukses, sukses, dan sukses. tanpa dilandasi untuk kemaslahatan umum. Jangan pernah mengejar kata sukses, ingat itu!. Untuk mencari motivasi cukuplah kau mendekat kepada Allah, berdoa, dan bahwa Allah tidak memberi kesulitan diluar batas kemampuan manusia. Jangan pernah berputus asa, jika kau merasa kesulitan cukuplah kau beritikaf di masjid, lalu berdoa. Itu saja cukup kurasa. Tetapi jika kau merasakan kesusahan atas materi, lihatlah ke bawah, atau orang lain yang lebih kekurangan dan kesusahan darimu. Bersyukur, kurasa itu cukup. Tak perlu berambisi menghalalkan segala cara untuk sampai disana-yang kau tuju. Akhirnya kau akan tergesa-gesa, dan kehilangan kontrol jika tak sampai. Berdoa, bersabar, dan bersyukur. Allah selalu mendengar hambanya. Allah tidak memberikan kesulitan di luar kemampuan kita, dan Allah juga selalu memberikan kenikmatan yang tak terhitung.

No comments:

Post a Comment