Tuesday, January 28, 2014

29/01/2014

Harus kukatakan, bahwa saat ini aku merasa muak!. Aku merasa muak melihat dan merasakan ketidak berdayaanku terhadap kemalasan. Bukan saja terhadap ketidak berdayaan, tetapi juga ketakutan, bahkan bisa di bilang cengeng. Hah! Ingin rasanya ku melemparkan sesuatu, ingin rasanya ku menghancurkan sesuatu untuk meluapkan segala emosi karena ketidak berdayaan ini.
Apa yang dimaksud ketidak berdayaan disini adalah aku masih merasa malas, masih merasa takut, masih merasa khawatir, dan mungkin ada yang lebih parah aku masih cengeng. Sedikit-sedikit mengeluh, setelah mengeluh mencaci semua orang yang tidak ada sangkut pautnya dengan permasalahan diriku sendiri. Ku coba berfikir berkali-kali, tak jarang di beberapa waktu ku sering melamun. Memikirkan sebuah masalah yang tidak semestinya ku pikirkan. Rasa-rasanya hidup ini terasa berat betul, mencoba berlari dengan kaki terpincang. Jangankan berlari, berjalan saja ku sudah terseok-seok.
Sudahlah!, sekarang tidak ada lagi dalam prinsip hidupku dengan berkeluh kesah, tidak ada lagi dalam prinsipku untuk merasa takut, khawatir, dan tidak ada rasa yang membuatku terjatuh. Mengapa?, karena sudah ada yang menjamin diriku, yaitu Allah Swt. Ku tidak perlu berkeluh kesah, karena Allah tidak serta merta membuat suatu keadaan lebih buruk, atau menurunkan ujian di luar batas kemampuan hambanya. Ku tidak perlu lagi takut akan rizki yang sudah ditetapkan oleh Allah, karena ku yakin Allah memberi rezeki yng luar biasa untuk diriku. Ku tidak perlu khawatir lagi jika semua usaha yang telah ku lakukan akan gagal, karena Allah pun akan memberikan keberhasilan untukku. Dan semua rasa, baik dari perilaku yang bersifat buruk, tidak akan pernah lagi ada dalam diriku sendiri. Karena aku diciptakan dan dilahirkan ke dunia ini hanya untuk kebaikan. Berniat suci, berprasangka baik, berperilaku baik, berbuat baik, berucap baik, dan semua anggota, jiwa dan ragaku hanya untuk kebaikan. Dan tidak akan ada, dan takkan pernah ada keburukkan. Karena itu bukan diriku!!!
Bagaimana memulai itu semua?. mungkin satu pertanyaan ini cukup menarik, atau mungkin membuatmu ragu untuk menghilangkan semua itu. tidak!, katakan sekali lagi pada dirimu sendiri tidak!!!. Tidak ada yang bisa membuatku ragu, ataupun merasa lemah untuk menghilangkan kebaikan. Aku yakin, Allah memberiku kekuatan, memberiku semangat yang tidak pernah padam. Karena Allah adalah tuhanku, dan nabi muhammad nabiku, Al-Qur’an pedomanku, dan aku diciptakan untuk menjadi orang yang sholeh dan bertaqwa.
Pertama-tama, semua tindakan harus di dasarkan dengan niat yang suci. Terhindar dari semua sifat buruk, atau tidak ada sedikit pun sifat buruk yang mencampuri niat suci. Niat yang benar-benar suci dapat terlihat pada akhir dari semua tindakan. Entah baik, atau tidak semua tergantung niat. Niat yang suci itu berlandaskan pada sebuah pijakkan kebenaran dan kebaikan. Dan yang paling utama adalah niat itu berlandaskan mengharap ridho dari Allah Swt. Mengharap pahala atau tidak, itu adalah urusan nanti. satu hal terpenting adalah niat hanya mengharap ridho kepada Allah selaku pemilik dan pencipta semesta Alam ini.
Kedua, adalah selalu berprasangka baik kepada Allah, dan kepada siapapun. Satu prasangka baik menghapus semua prasangka buruk meski prasangka itu coba digoyahkan oleh sifat buruk. Jika yakin itu baik, maka semua akhirnya akan menjadi baik. Namun jika berfikir buruk maka semua akan berakhir menjadi buruk. Terlepas berakhir buruk atau tidak, semua tergantung niat yang full dan yakin sepenuh hati semua akan menjadi berakhir baik. Dan juga dari niat dan bekerjan penuh totalitas.

Ketiga, berperilaku baik. Penilaian orang lain terhadap diri kita sendiri adalah dari perilaku kita. Santun dan sopan, tutur kata yang halus membuat indah perangai setiap insan. Nabi muhammad adalah panutan bagi setiap manusia. Keindahan perilaku, tutur kata yang lembut, dan hati yang lembut seperti sutra, atau bahkan lebih lembut dari itu. semua perilaku tidak ada yang buruk, hanya saja berlebihan. kita mengetahui, berbicara kotor itu merupakan perilaku yang tidak baik. Namun ada sebagian orang menganggap tanpa berbicara kotor dan kasar, itu bukan laki-laki. Ah!, sudahlah tidak usaah di bahas toh itu merupakan pendapat orang lain. pokok baik atau buruk kita punya penilaian masing-masing. Yang terpenting kan sudah ada panutan dan suri tauladan : nabi Muhammad SAW. Untuk apa mencari panutan lain???

No comments:

Post a Comment